LPP NU Tulang Bawang Barat Mengadakan Uji Coba Pupuk Berkah NU Generasi Kedua

Tulang Bawang Barat, 29 Juni 2023 – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Tulang Bawang Barat secara diam-diam telah melakukan uji coba pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua. Pengumuman ini disampaikan oleh Pengurus LPPNU, Tri Meriyanto, dalam rapat terbatas melalui Zoom Meeting PCNU, Selasa 27 Juni 2023.

Dalam upaya untuk meningkatkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, LPPNU Tulang Bawang Barat telah melakukan penelitian dan pengembangan terkait pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua. Uji coba ini dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan formula pupuk organik cair tersebut agar lebih efektif dalam memberikan nutrisi kepada tanaman serta meningkatkan hasil panen.

Pengujian pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua dilakukan di beberapa lahan pertanian di tiyuh Dayaasri kecamatan Tumijajar, Tulang Bawang Barat. Hasil dari uji coba ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia konvensional.

Tri Meriyanto, mengungkapkan bahwa pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua ini merupakan hasil pengembangan dari formula sebelumnya yang telah diuji coba dan menghasilkan hasil yang memuaskan. Pupuk organik cair tersebut terbuat dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan yang diperoleh melalui proses fermentasi yang dikendalikan dengan baik.

Dalam rapat terbatas melalui Zoom Meeting PCNU, Meriyanto menjelaskan bahwa pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua ini memiliki beberapa keunggulan. Pertama, pupuk ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan kuat. Kedua, pupuk ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman dengan memberikan nutrisi yang seimbang dan lengkap. Ketiga, pupuk organik cair ini juga dapat membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan bahan kimia lainnya yang dapat berdampak negatif pada lingkungan.

” Ini lebih murah lagi, sekarang sedang proses fermentasi dari feses ular, karena sesuai hipotesa saya, tikus itu tidak mau mendekat karena ada bau feses ular, selain aroma feses disitu juga mengandung mikroba untuk menyuburkan tanaman, cara pengaplikasiannya dalam satu hektar itu cuman lima liter jauh lebih hemat dibandingkan dengan pupuk lainnya yang memerlukan 20 liter per hektar dalam satu siklus tanam  ujarnya.

Meriyanto berharap bahwa pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua ini dapat menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. 

“LPPNU Tulang Bawang Barat berkomitmen menciptakan produk pertanian yang murah namun tidak murahan dengan terus melakukan pengembangan dan penelitian lebih lanjut guna memperbaiki kualitas pupuk organik cair ini sebelum diluncurkan secara luas untuk masyarakat.” kata Meriyanto.

Merespon adanya inovasi tersebut, wakil ketua PCNU kabupaten Tulang Bawang Barat, H. M Thoha Suryani berharap pertanian berkelanjutan dapat menjadi kenyataan yang dapat memberikan manfaat yang besar bagi petani serta menjaga kelestarian lingkungan. 

” Pupuk organik cair Berkah NU generasi kedua menjadi bukti nyata komitmen LPPNU Tulang Bawang Barat dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan menjadi solusi bagi petani untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan ramah lingkungan.” Pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *