Pengamal Toriqoh Tiyuh Wono Rejo Bentuk Kepengurusan JATMAN Masa Khidmat 2023-2026

Pengurus ranting NU yang ada di Kecamatan Gunung Agung, bergerak maju bersama perkuat organisasi, setelah ranting NU Dwikora Jaya, kemarin (07/08/2023) kini giliran ranting Wono Rejo telah membentuk kepengurusan JATMAN banomnya NU.

JATMAN, singkatan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah. Badan otonom ini beranggotakan tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia.
Organisasi ini didirikan pada Juli 1979 M bertepatan dengan Rajab 1399 H. Secara harfiah, Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah berarti perkumpulan para pengamal tarekat muktabarah NU.

Berdasarkan musyawarah yang dilaksanakan di musholla Al-hidayah di pandu oleh Ustadz Widiyanto menghasilkan kepengurusan idaroh sya’afiyyah JATMAN masa khidmad 2023 – 2026 Ranting Wono Rejo sebagai berikut : Zainuri terpilih sebagai rais JATMAN Wono Rejo, wakil rais ustadz Sulimun, katib Sujarno, wakil katib Sulimin, ketua mudir Toharoni, wakil mudir Rokim, sekretaris Jumari, wakil sekretaris Rofik, aminus sunduq Sodikin, dan wakil aminus sunduq Sukur.
Sedangkan untuk jajaran Imdadiyyah terbentuk Bejo Sutrisno dan Sumitro sebagai pengurus lajnah managemen dan pengembangan SDM, Sri wahyuni, Sutinem dan Samiyati sebagai pengurus lajnah wathonah, sedangkan Siti Samsiah dan Sunardi sebagai pengurus lajnah dakwah dan zikir.

Ranting NU Wono Rejo sendiri tergolong maju dalam hal kegiatan NU, pelan namun pasti Bapak Badaruddin sebagai ketua ranting telah menunjukkan kinerja dalam menjalankan roda organisasi, setelah beberapa bulan yg lalu telah membentuk UPZISNU ( lembaga pengelola zakat, infaq, sodaqoh NU ). Dan yang tidak kalah pentingnya sebagai sumber pendapatan utama organisasi, selain koin NU, kini ranting Wono Rejo bersama kader NU telah menjalankan program sedekah rongsok yang mana kegiatan tersebut telah berjalan setahun lamanya, bahkan ranting Wono Rejo sekarang sudah memiliki saldo kas jutaan rupiah yang gunanya untuk keperluan organisasi.

Ketua tanfidziah MWC NU Gunung Agung berpesan dalam sambutanya “dengan jumlah 30 lebih pengamal toriqoh di Wono Rejo dan dengan sudah terbentuknya Jatman, mudah-mudahan menjadi cikal bakal berkembanya ahli toriqoh, mudah-mudahan bertambah istiqomah bagi pengamal toriqoh dan makin bertambah banyak jama’ahnya, dan mari bersama-sama dalam mensyiarkan islam dibawah kibaran bendera Nahdlatul Ulama” pungkasnya.(rep. mwcnu gunung agung).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *