Ranting NU Suka Jaya, Rapatkan Barisan Bentuk Kepengurusan JATMAN

Para ulama menjelaskan arti kata thariqah dalam kalimat aktif, yakni melaksanakan kewajiban dan kesunahan atau keutamaan, meninggalkan larangan, menghindari perbuatan mubah (yang diperbolehkan) namun tidak bermanfaat, sangat berhati-hati dalam menjaga diri dari hal-hal yang tidak disenangi Allah dan yang meragukan (syubhat), sebagaimana orang-orang yang mengasingkan diri dari persoalan dunia dengan memperbanyak ibadah sunah pada malam hari, berpuasa sunah, dan tidak mengucapkan kata-kata yang tidak berguna.

Ada beberapa thoriqoh yang berkembang di Indonesia. antara lain : Qodiriyah, Naqsabandiyah, Qodiriyah wan Naqsbandiyah, Syadziliyah dan lainya. Dalam Muktamanya ke-26 di Semarang pada bulan Rajab 1399 H bertepatan dengan bulan Juni 1979 Nahdlatul Ulama meresmikan berdirinya Jam’iyyah Ahlit Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah yang disingkat JATMAN.

Pengamal toriqoh di Ranting Suka Jaya sendiri sebenarnya aktif mengadakan perkumpulan untuk kegiatan khususiah yang di pimpin oleh seorang badal atau wakil badal, selain itu sering juga membahas persolan-persoalan keagamaan, khususnya berkaitan dengan thoriqoh. Jam’iyyah ini juga berfungsi untuk saling memberikan masukan dan sekaligus membedakan diri dengan aliran-aliran kebatinan yang tidak muk’tabar dan tidak berdasar pada ajaran Rasulullah SAW.

Dari perkumpulan tersebut para jamaah menginginkan untuk dibentukkan kepengurusan JATMAN, sehingga di putuskan hari kamis 24 agustus 2023 di Pondok Pesantren Daarul Falah, terbentuklah kepengurusan idaroh Sya’afiyah JATMAN Ranting Suka Jaya dengan pengurus antara lain :
Jajaran pengurus ifdloiyyah adalah Rois : KH. M. Sahli ghufron dan Misdiyanto, wakil rois : H. Muhlisin, katib : Hasan Basri, wakil katib : aris.
Jajaran pengurus imdloiyyah  sebagai mundir : Basir, wakil mundir : Mawardi, sekretaris : Ahmad Fahrul Wahid, wakil sekretaris : Robini Mustofa, aminus sunduq : Simun dan wakil aminus sunduq : Soleh.
Jajaran imdadiyyah adalah Lajnah management dan pengembangan SDM : Saroh, Marlina, Hj. Hani Sofiah, Juariah, Sringatun, Rusdianto, H. Dimyati dan Hasyim.
Lajnah Wathonah : Tuminem, Wadi’ah, Yundari, Tri Suari dan Salamah.
Lajnah dakwah dan zikir : Wandi, Sarifah, Muslimah, Umi Karyawati, Mudrikah, Ma’ruf dan Supangat.

KH. M Sahli Ghufron selaku rois terpilih dalam sambutanya ” dengan terbentuknya kepengurusan Jatman ranting Suka Jaya diharapkan seluruh pengamal thoriqoh agar semakin giat dalam menjalankan amalanya serta taat akan aturan organisasi NU, mari kita amalkan thoriqoh agar hidup dan mati kita mendapat ridho Alloh SWT, Dalam al-Qur’an dinyatakan : “Dan bahwa jika mereka tetap (istiqomah) menempuh jalan itu (thoriqoh), sesungguhnya akan Kami berikan rizki/rahmat yang berlimpah-limpah” (QS. Al-Jin:16).

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh rois terpilih, ketua tanfidz MWCNU ustadz Widiyanto dalam sambutanya ” Alhamdulillah sudah lima ranting NU di Kecamatan Gunung Agung sudah membentuk kepengurusan JATMAN sebelumnya ranting Dwikora Jaya, Wono Rejo, Bangun Jaya, Mulya Sari dan sekarang Ranting NU Suka Jaya, artinya mulai nampak kekompakkan pengamal thoriqoh baik jumlah jamaahnya maupun kegiatanya, yang sebelumnya belum pernah terdata secara rinci namun dengan terbentuknya kepengurusan JATMAN diharapkan semua kegiatannya dapat tersusun atau terjadwal secara rapi dan dibalik semua itu saya yakin dengan banyaknya pengamal thoriqoh di Kecamatan Gunung Agung ini niscaya keberkahan selalu tercurahkan bagi kita semua. Aamiin”. (rep. mwcnu gunung agung).

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *